Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Maaf teman-teman, buletin tentang Maulid Nabi SAW baru muncul. maklum saya masih pemula. perkenalkan nama saya vicko Awalludin Kurniawan, Pengurus Rohis Al-Firdaus Tahun pelajaran 2014-2015. saya sebagai sekertari rohis.Ok, langsung saja ke info islami Maulid Nabi SAW :
Memperingati maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekedar memaknai kelahiran Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, maulid Nabi Muhammad SAW, selalu memberikan semangat baru dalam pribadi setiap muslim yang memperingatinya. Memperingati maulid Nabi Muhammad SAW berarti upaya untuk mengenang kelahiran, perjuangan, keteguhan, keikhlasan dan kejujuran Nabi Muhammad SAW, dalam rangka untuk mencontoh beliau menuju pribadi khoiru ummah (umatnya yang terbaik).
Ketika membaca sirah nabawiyah  kita dapat memperoleh sebuah realita bahwa Nabi Muhammad SAW lahir dalam latar kondisi dunia yang jahiliyah, yang jauh dari kesan beradab, bahkan lebih tepat digambarkan dengan kondisi yang "biadab". Daerah padang pasir yang tandus dan gersang, tidak pernah damai dan tenang. Perampokan, permusuhan antar kabilah, pesta mabuk-mabukan yang sering disertai dengan perkelahian dan pertumpahan darah merupakan pemandangan yang  sudah tak asing terlihat hampir disetiap sudut kota Mekkah saat itu. Kesenangan bermain judi yang selalu kuat di kalangan kaum pengembara, merajalela tanpa terkendali.
Sementara itu agama yang dianut orang banyak tidak mampu memberikan kendali apa pun atas keadaan itu. Pemujaan terhadap berhala-berhala yang dianggap suci bahkan tak jarang malah menimbulkan perselisihan dan memakan korban jiwa diantara mereka. Kondisi masyarakat jahiliyah seperti itu tentu saja secara otomatis akan memicu lahirnya sebuah kondisi masyarakat yang tidak stabil. Kondisi  yang dapat diibaratkan bagaikan api dalam sekam, yang akan meletus dalam bentuk perkelahian yang kemudian akan berubah menjadi permusuhan yang berlanjut turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi.
Dengan kondisi masyarakat jahiliyah yang begitu rumit dan pelik permasalahannya, terutama masalah moral masyarakat yang begitu rendah, maka diperlukan datangnya seorang penyelamat sebagai pembebas yang dapat menuntun masyarakat menuju jalan yang benar. Dialah Nabi Muhammad SAW, yang lahir sebagai utusan Allah SWT di tengah masyarakat jahiliyah, sebagai penyelamat, pelurus akidah dan menyempurnakan akhlakul karimah.
Alquran bahkan menyebut kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta. "Dan, tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta." (QS. Al-Anbiya'[21]:107). Menjadi rahmat berarti menjadi pembebas (penyelamat). Allah SWT mengutus beliau sebagai rahmat bagi semua orang, baik yang beriman maupun yang tidak beriman.
Hal ini berarti siapa pun yang menerima rahmat itu dan mensyukurinya, maka ia akan bahagia di dunia dan di akhirat. Dan, siapa saja yang menolak dan mengingkarinya, maka ia akan merana di dunia dan di akhirat, tenggelam dalam alam "kegelapan" seperti yang telah disebutkan dalam Alquran.
Pada dasarnya ada tiga bentuk "kegelapan": Pertama, tidak tahu syari'at, yaitu kondisi dimana masyarakat memang belum atau tidak mengetahui ajaran syari'at yang benar, yang mungkin lebih disebabkan karena tidak atau belum ada orang yang mengajarkannya.
Kedua, melanggar syariat; yaitu kondisi dimana masyarakat sebenarnya memiliki pemahaman akan syari'at agama, namun lebih tunduk pada ajakan nafsunya daripada ajaran syari'at yang dipahaminya tersebut.
Ketiga, penindasan; yaitu kondisi dimana masyarakat yang mengetahui dan paham syari'at mengalami hambatan berupa penindasan dalam upaya menjalankan syari'at yang diyakininya tersebut. Kondisi kegelapan yang ketiga ini salah satunya disebabkan oleh andil penguasa yang tidak menyukai eksistensi syari'at yang dianut oleh masyarakat tersebut, sehingga tidak ada perlindungan terhadap kebebasan bersyari'at dari penguasa terhadap masyarakatnya.
Diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta dengan ajaran islam yang dibawanya, adalah untuk menyelamatkan umat manusia dari kegelapan jahiliyah menuju kehidupan yang lebih beradab. Dengan demikian, misi Nabi Muhammad SAW  adalah untuk menyampaikan syari'at, meluruskan pelanggaran syari'at, dan membebaskan manusia dari penindasan sosial, politik, ekonomi, maupun keyakinan.
Misi yang sama diusung oleh para nabi dan rasul sebelum Nabi Muhammad SAW. Sebuah tugas yang tidak mudah untuk dilakukan oleh seorang manusia biasa. Namun atas izin Allah SWT, dengan segala keistimewaan yang dimiliki Nabi Muhammad SAW mampu melakukannya. Selama lebih kurang 23 tahun, 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Madinah, Nabi Muhammad SAW berjuang dengan segala upaya untuk membebaskan masyarakat dari krisis agama, moral, sosial, politik, dan ekonomi. Beliau berusaha mengeluarkan manusia jahiliyah yang biadab menjadi umat manusia terbaik yang lebih beradab.
 Resolusi spirit perbaikan
Bagi kita dan bangsa ini, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW berarti merealisasikan spirit pembebasan untuk melakukan perubahan kondisi diri dan bangsa dari keterpurukan di hampir segala bidang dan lini kehidupan agar ke depan bangsa ini keluar dari krisis, dan menjadi bangsa yang maju dan lebih beradab.
Fenomena yang begitu marak dalam kehidupan berbangsa kita saat ini adalah tentang memudarnya spirit kemanusiaan dalam kehidupan sosial. Cita-cita sosial masyarakat dalam upaya mewujudkan tatanan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa yang adil, damai, dan makmur seakan jauh dari kata terwujudkan. Betapa tidak, sejumlah problem kemanusiaan seperti kemiskinan, korupsi, ekploitasi, tirani, kekerasan, dan sejumlah konflik sosial lain terus datang silih berganti tanpa henti. Bahkan lebih parah lagi, jangankan berpikir untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan kemakmuran masyarakat, kisruh perebutan kekuasaan dalam konteks perpolitikan yang dilakukan oleh para pemimpin dan wakil rakyat di negeri inipun seolah tak berkesudahan.
Setelah kita berikhtiar memaknai momen maulid Nabi Muhammad SAW, tugas kita selanjutnya adalah meneladani dan menerapkan nilai-nilai perubahan yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW melalui resolusi spirit nabi untuk perbaikan diri, keluarga, masyarakat dan kehidupan berbangsa dan bernegara di tahun 2015. Islam hadir di muka bumi adalah untuk membebaskan umat manusia dari kondisi-kondisi sosial yang timpang dan menindas seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu saja harus ada kesadaran dari berbagai pihak, baik dari masyarakat maupun dari pemerintah sebagai penguasa. Jika semua pihak di negeri ini mampu mengambil hikmah dan meneladani risalah mulia dan akhlakul karimah seperti yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, maka bukan tidak mungkin negeri ini pada gilirannya akan dapat keluar dari kemelut permasalahan sosial, politik, ekonomi, dan permasalahan pelik lainnya yang selama ini tiada henti melanda negeri ini.
Perlu untuk kita ketahui bersama, bahwa spirit kenabian Rasulullah SAW adalah spirit keteladanan, sehingga dengan kata lain jika ingin negeri ini keluar dari permasalahan pelik yang dihadapi, jika ingin melihat negeri ini berubah menjadi lebih baik, maka harus ada sebuah keteladanan kebaikan yang dicontohkan oleh para pemimpin dan wakil rakyat di negeri ini. Semoga melalui spirit maulid Nabi Muhammad SAW dan tahun baru 2015 kali ini, kita dapat bersatu padu berlomba memberikan keteladanan perbaikan untuk membawa negeri ini menuju perubahan dan peradaban yang lebih baik.(*)

 media lain untuk lebih akrab dengan ROHIS AL - FIRDAUS klik Link ini https://www.facebook.com/pages/ROHIS-Al-Firdaus/538315229547639?fref=ts
0 Komentar untuk "Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW"

Back To Top